Terlibat Keributan, Rafael Leao Terancam Absen di Piala Dunia 2026

Rafael Leao
Penyerang Portugal Rafael Leao. (Dok. sicnoticias)

Lokabola.com – Penyerang Portugal Rafael Leao memperkirakan FIFA hanya menjatuhkan hukuman larangan bertanding satu laga setelah dirinya menerima kartu merah pada pertandingan uji coba melawan Chile.

Insiden pengusiran bintang AC Milan itu terjadi saat masa injury time babak pertama dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2026. Pertandingan masih berjalan tanpa gol dengan skor 0-0 ketika perselisihan pecah di lapangan.

Wasit asal Italia Luca Zufferli mengeluarkan kartu merah langsung kepada Rafael Leao dan bek Chile Ivan Roman akibat keterlibatan mereka dalam keributan. Keputusan tegas sang pengadil lapangan diambil setelah meninjau situasi yang memanas di antara kedua tim.

Ketegangan bermula dari perebutan bola di dekat bendera sudut antara bek kanan Chile Felipe Faundez dan pemain Portugal Joao Cancelo. Faundez berhasil menyapu bola menjauh dari area pertahanan timnya.

Cancelo merasa lawannya bangkit dari tekel dengan gestur terlalu agresif. Reaksi emosional dari pemain Portugal tersebut memicu respons konfrontatif dari para pemain lain di sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Situasi cepat memanas ketika Leao dan Roman mendekati titik konflik. Keduanya terlibat aksi saling dorong hingga akhirnya Leao mengayunkan tangan ke arah wajah Roman.

Rekan-rekan setim dari kedua kubu sempat berdatangan untuk melerai perselisihan. Keributan berhasil diredam dalam waktu singkat sebelum situasi menjadi lebih buruk.

Kapten Portugal Cristiano Ronaldo sempat mendatangi Luca Zufferli untuk melakukan protes atas keputusan tersebut. Sang wasit tetap bergeming pada keputusannya.

Leao terlihat meninggalkan lapangan pertandingan sambil melemparkan senyuman setelah menerima sanksi kartu merah. Sang penyerang tampaknya tidak terlalu risau dengan konsekuensi awal di lapangan.

Kartu merah pada laga persahabatan umumnya hanya berlaku untuk pertandingan uji coba berikutnya. Pemain biasanya tidak kehilangan hak tampil pada turnamen resmi akibat pelanggaran biasa.

Kasus penyerang sayap AC Milan ini berpotensi memicu konsekuensi lebih besar. Tindakan mengayunkan tangan ke wajah dikategorikan sebagai aksi kekerasan.

FIFA memegang otoritas penuh meninjau ulang insiden kekerasan di lapangan. Komite Disiplin memiliki kewenangan memperluas yurisdiksi hukuman hingga ke putaran final turnamen resmi.

Langkah tegas dari badan sepak bola dunia tersebut berisiko membuat Leao absen pada awal fase grup Piala Dunia 2026 yang bergulir mulai 11 Juni. Kasus serupa pernah menimpa penyerang Curacao Jurgen Locadia saat menghadapi Skotlandia.

Locadia sempat terancam sanksi larangan bertanding pada laga pembuka turnamen resmi. Otoritas disiplin akhirnya hanya menjatuhkan skorsing satu laga pemanasan terakhir bagi sang pemain.

Sanksi satu laga akan membuat Leao hanya melewatkan pertandingan uji coba Portugal berikutnya melawan Nigeria. Penyerang 26 tahun tersebut dipastikan siap tempur pada laga pembuka Grup menghadapi Republik Demokratik Kongo tanggal 17 Juni. Portugal juga tergabung bersama Uzbekistan dan Kolombia dalam grup yang sama.

Pos terkait