Lokabola.com – Timnas Ghana dipastikan pincang dalam laga perdana Piala Dunia 2026. Gelandang andalan mereka, Thomas Partey gagal terbang ke Kanada karena permohonan visanya ditolak.
Pemerintah Kanada disebut menolak izin masuk Partey menyusul kasus hukum yang sedang membelitnya. Situasi ini tentu menjadi kerugian besar bagi racikan strategi Black Stars menghadapi Panama.
FIFA bahkan sudah angkat bicara terkait kendala imigrasi yang membelit Thomas Partey.
“FIFA dapat mengkonfirmasi bahwa pemain Thomas Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari markas tim Ghana di Boston, AS, ke Kanada untuk pertandingan pertama mereka melawan Panama pada hari Rabu, 17 Juni, karena permohonan visanya telah ditolak oleh pemerintah Kanada,” jelas otoritas sepak bola dunia itu.
Absennya Partey jelas mengganggu persiapan Ghana yang akan berlaga di Toronto Stadium, Kanada, pada 18 Juni mendatang. Menurut tim pelatih, Partey seharusnya jadi pilar utama lini tengah tim.
Kabar penolakan visa ini membuat gelandang berusia 32 tahun itu gagal menyusul rekan-rekannya. FIFA sendiri menegaskan tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah.
Seperti halnya acara sebelumnya, pemerintah tuan rumah punya wewenang penuh. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu menyebut, penentuan visa adalah hak prerogatif pemerintah Kanada.
Hambatan imigrasi yang dialami Partey tak lepas dari serentetan kasus hukum di Inggris. Eks gelandang Arsenal itu sebelumnya telah ditangkap dan didakwa Kepolisian Metropolitan London.
Tuduhan serius mencakup beberapa insiden yang terjadi antara 2021 hingga 2022. Pada Juli 2025 lalu, ia didakwa lima tuduhan pemerkosaan serta satu tuduhan pelecehan seksual.
Masalah hukumnya kian memburuk saat dua tuduhan pemerkosaan tambahan muncul Februari tahun ini. Sang pemain sendiri tegas membantah seluruh tuduhan dalam persidangan April lalu.
Partey dijadwalkan menjalani proses peradilan lanjutan di Pengadilan Mahkota Southwark, London, pada akhir tahun nanti.
“Seperti halnya acara FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan masuk ke negara tersebut,” tutup FIFA.





