Lokabola.com – Hull City dipastikan harus menjual sejumlah pemain pilar mereka sebelum akhir bulan ini. Langkah darurat tersebut diambil demi menghindari potensi hukuman pengurangan poin saat mereka kembali berkompetisi di Premier League.
Pemilik Hull City, Acun Ilicali menjelaskan, manajemen klubnya saat ini mencatatkan kelebihan pengeluaran sekitar £6 juta dalam perhitungan laba dan keberlanjutan (PSR).
Menurutnya, kelalaian tersebut dapat berujung pada penalti pemotongan enam poin berdasarkan regulasi finansial yang berlaku.
“Kami telah menghabiskan dana berlebihan dan kami harus menjual beberapa pemain sebelum 1 Juli,” kata Ilicali.
Ilicali menilai, lonjakan pengeluaran ini sejatinya dipicu oleh klausul bonus promosi yang otomatis aktif di dalam kontrak para pemain.
Masalah finansial tersebut dipastikan tidak akan muncul seandainya mereka menelan kekalahan dari Middlesbrough pada laga final babak play-off Championship lalu.
Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire menjelaskan, kerugian yang dialami tim berjuluk Tigers itu sebenarnya relatif kecil pada beberapa musim terakhir.
Ia menyebutkan, neraca keuangan klub sebelumnya sangat terbantu oleh aksi penjualan sukses Jaden Philogene dan Jacob Greaves.
Meski demikian, Maguire mengingatkan bahwa bonus promosi skuad acap kali menjadi bumerang yang menjerat kesiapan finansial klub-klub baru.
Skema bonus semacam itu diestimasi mampu menguras kas tim antara £10 juta hingga £15 juta secara mendadak.
Situasi serupa dinilai mirip dengan kasus pelanggaran anggaran yang sempat menyeret Nottingham Forest hingga berujung sanksi beberapa musim lalu.
Beban bonus promosi tersebut tanpa disadari langsung mendorong pengeluaran Hull melampaui batas kerugian maksimum sebesar £39 juta.
Ilicali menegaskan, dirinya sama sekali tidak merasa takut ataupun panik dalam menghadapi tenggat waktu bursa transfer yang kian memojokkan klubnya.
Ia optimistis status baru sebagai tim kasta tertinggi otomatis mendongkrak nilai jual para pemain di pasar domestik.
“Sekarang kami adalah tim Liga Premier, nilai (para pemain) telah meningkat, yang merupakan keuntungan yang baik,” ujar Ilicali.
Tigers sendiri dipastikan kehilangan kekuatan tawar-menawar di pasar transfer akibat pernyataan terbuka sang pemilik yang terkesan terlalu cepat menunjukkan kartunya.
Padahal, jadwal pertandingan resmi untuk kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut segera dirilis ke publik.
Krisis ini tergolong ironis mengingat Ilicali berhasil membawa timnya promosi dengan keterbatasan skuad yang hanya dihuni pemain pinjaman serta bebas transfer.
Sanksi embargo transfer akibat keterlambatan pembayaran ke klub lain sempat mendera klub East Yorkshire ini sepanjang musim 2025-2026.
Sejumlah pilar penting seperti Joe Gelhardt, Amir Hadziahmetovic, John Lundstram, hingga Lewis Koumas dipastikan pulang karena masa pinjamannya telah kedaluwarsa.
Manajemen kini terpaksa menyusun daftar jual untuk nama-nama reguler lain yang sejatinya sangat ingin dipertahankan oleh para suporter.
Gelandang terbaik Regan Slater dan bek muda Charlie Hughes masuk dalam radar spekulasi meski tawaran untuk Hughes sempat ditolak mentah-mentah.
Penyerang Kyle Joseph yang diminati banyak klub Championship disebut menjadi aset paling potensial untuk menutup defisit anggaran tersebut.
Tigers juga dilaporkan siap mengorbankan David Akintola, Abu Kamara, serta Kasey Palmer demi memulihkan stabilitas finansial klub secepat mungkin.
Penjualan para pemain yang dinilai tidak masuk dalam rencana taktis Liga Primer diharapkan mampu menyelamatkan mereka dari sanksi fatal.





