Pelatih Steve Clarke Puji Penampilan Apik John McGinn saat Skotlandia Kalahkan Haiti

Pemain Timnas Skotlandia usai bertanding lemawan Haiti. (Dok. FIFA)

Lokabola.com – Pelatih kepala Steve Clarke memuji penampilan John McGinn yang sukses membawa Skotlandia meraih kemenangan perdana di Piala Dunia setelah menanti selama 36 tahun.

Hasil positif ini didapat usai timnya menumbangkan Haiti pada laga kembalinya mereka ke turnamen putra setelah absen 28 tahun.

Menurutnya, keputusan memainkan kapten Aston Villa tersebut sejak awal laga merupakan pilihan yang sangat sulit untuk diambil.

Clarke mengaku sempat bimbang untuk menentukan pilihan antara memasang McGinn atau Ryan Christie dalam pertandingan krusial ini.

“Mungkin keputusan tersulit yang pernah saya buat,” kata Clarke saat menjelaskan pilihannya di Stadion Boston, Sabtu (13/6).

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, keputusan berani tersebut diambil karena dirinya ingin menantang pemain berusia 31 tahun itu untuk membuktikan kemampuannya di lapangan.

Kepercayaan sang juru taktik pun dibayar tuntas lewat kontribusi signifikan McGinn yang membawa negaranya memuncaki klasemen sementara Grup C.

Kemenangan ini sekaligus membuka jalan lebar bagi Tartan Army untuk melangkah ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Meski meraih poin penuh, laga yang berlangsung di Stadion Boston ini berjalan sangat menegangkan bagi seluruh tim.

Aspek ketidakpastian sempat muncul lantaran performa apik Christie pada laga persahabatan kontra Bolivia pekan lalu membuat suporter mengharapkan kemenangan besar.

Namun, jalannya pertandingan justru berbanding terbalik dari ekspektasi publik akibat buruknya penguasaan bola Skotlandia.

Skuad asuhan Steve Clarke dinilai tampil kurang optimal dan beruntung karena lini depan Haiti gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas.

Tim asal Karibia tersebut berkali-kali menggempur kotak penalti dan melepaskan umpan berbahaya yang mengancam lini pertahanan.

Kiper Angus Gunn yang dipercaya tampil menggantikan pemain tertua turnamen, Craig Gordon, dipaksa bekerja keras menjaga kesucian gawangnya.

Tekanan emosional juga membayangi para pemain karena memori kelam kegagalan masa lalu saat bersua Kosta Rika, Iran, dan Peru kembali mencuat.

Ketegangan sempat mereda ketika McGinn mendapatkan peluang emas pada sisa 20 menit laga bergulir, namun sepakannya justru melenceng dari target.

Situasi semakin mencekam bagi Skotlandia saat penyerang lawan, Frantzdy Pierrot, menyundul bola yang untungnya masih melebar tipis di sisi gawang.

Kini, timnas Skotlandia dijadwalkan kembali berlaga di Boston pada Jumat, 19 Juni 2026 untuk menghadapi tantangan dari Maroko.

Mereka hanya membutuhkan tambahan satu poin dari dua laga tersisa demi mengamankan tiket kelolosan ke babak berikutnya.

Pos terkait