Lokabola.com – Mantan Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner menyampaikan salam perpisahan emosional kepada seluruh pendukung setelah resmi menyelesaikan masa baktinya selama dua tahun di klub tersebut.
Glasner mengaku sangat emosional dan sulit mengungkapkan perasaannya saat harus meninggalkan Selhurst Park.
Pernyataan pamit tersebut ditulis oleh juru taktik asal Austria itu melalui sebuah surat terbuka resmi pada Selasa, 2 Juni 2026 pagi.
Oliver Glasner menjadi bagian dari sejarah Crystal Palace yang menjadi juara Conference League 2026 untuk pertama kalinya.
“Ini adalah periode yang akan selalu saya kenang sepanjang hidup saya,” ujarnya.
Pria berusia 51 tahun tersebut merasa sangat beruntung telah diberi kesempatan memimpin armada London Selatan. Dua tahun masa kepemimpinannya menjadi momen berharga yang meninggalkan kesan mendalam secara personal.
“Saya menulis ini pagi setelah malam yang sangat indah di Leipzig,” katanya.
Dalam pesan perpisahan itu, Glasner mengenang kembali momen awal kedatangannya ke kompetisi sepak bola Inggris. Ia merasa atmosfer klub dan kehangatan suporter telah mengubah statusnya dari orang asing hingga menjadi bagian dari komunitas lokal.
“Sekarang saya merasa seperti warga London Selatan,” ucapnya.
Mantan pelatih Eintracht Frankfurt tersebut juga memuji identitas unik Crystal Palace yang dinilainya sangat kental dengan atmosfer kekeluargaan.
Menurutnya, ikatan erat antara tim dan pendukung di tribun menjadi pondasi utama kekuatan klub selama ini.
“Saya merasa sangat beruntung telah menjalani perjalanan yang luar biasa bersama kalian semua,” tuturnya.
Meski menyadari bahwa dunia kepelatihan selalu diukur berdasarkan perolehan poin dan trofi, Glasner menyebut perpisahan ini menyisakan kebanggaan lain. Hubungan harmonis di internal klub menjadi warisan terbaik yang ia tinggalkan.
“Yang paling membuat saya bangga adalah menjadi bagian dari tim yang telah kita bangun bersama,” jelasnya.
Suasana bising dan penuh emosi di stadion kandang Selhurst Park menjadi memori yang paling sulit dilupakan oleh sang manajer. Energi luar biasa dari para penonton diklaimnya selalu berhasil memotivasi skuad untuk tampil maksimal.
“Semua itu telah menjadi pendorong bagi para pemain berbakat kami,” terangnya.
Glasner meyakini salam perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru yang cerah bagi kubu The Eagles. Pola pikir kompetitif yang telah ditanamkannya dianggap sudah cukup kuat untuk menghadapi tim manapun di Eropa.
“Kami telah menunjukkan bahwa Crystal Palace mampu melawan tim-tim terbaik,” tegasnya.
Mengakhiri masa jabatannya dengan gelar juara Conference League, Glasner menutup surat perpisahan tersebut dengan ucapan terima kasih atas loyalitas, ketabahan, dan kepercayaan publik selama dua musim terakhir.
Glasner berjanji akan terus memantau kiprah klub dari jauh.
“Saya akan terus mengikuti perkembangan Anda dan menantikan kesuksesan Anda selanjutnya,” imbuhnya.





