Lokabola.com – Seorang pria di Inggris dijerat hukuman penjara selama tiga tahun dua bulan lantaran terbukti menyediakan layanan streaming Premier League secara ilegal.
Pria bernama Michael Barrow mengaku bersalah atas tiga pelanggaran Undang-Undang Penipuan dan Hak Siar.
Pelanggaran tersebut mencakup penyediaan akses tidak sah ke pertandingan Liga Premier. Barrow menyebarkan konten tersebut melalui layanan mandiri “MB Streams” dan aplikasi pihak ketiga.
Pihak Pengadilan Swansea membuktikan terdakwa telah menjual langganan IPTV ilegal. Barrow juga mengedarkan perangkat Firestick yang sudah diisi konten premium kepada konsumen.
Aktivitas ilegal ini menjaring hampir 2.000 pelanggan. Barrow meraup keuntungan lebih dari £200.000 atau sekitar Rp4,1 miliar melalui operasi kriminalnya.
Hakim Pengadilan Mahkota Swansea menggambarkan operasi tersebut sebagai penipuan komersial berskala besar. Praktik ini dinilai sangat canggih dan berlangsung lama.
Awalnya, Barrow mempromosikan jasa ilegal tersebut melalui unggahan Facebook. Langkah tersebut berubah setelah dia menerima surat peringatan penghentian kegiatan di rumahnya.
Barrow mengubah taktik pemasaran untuk menghindari deteksi aparat. Pria ini beralih ke model penjualan hanya melalui rujukan interaksi langsung.
Akses penjualan dibatasi hanya kepada individu yang sudah dia kenal. Barrow meminta para pelanggan datang langsung ke rumahnya untuk membayar secara tunai.
Sistem pembayaran online juga disiasati oleh pelaku. Pelanggan diinstruksikan menyamarkan transaksi sebagai pembelian perlengkapan sepak bola retro.
Majelis hakim menegaskan kegagalan Barrow mematuhi surat peringatan menjadi faktor pemberat hukuman. Penuntutan kasus ini dilakukan langsung oleh pihak Liga Premier.
Proses hukum mendapat dukungan penuh dari organisasi perlindungan hak cipta FACT. Tim Kejahatan Ekonomi dari Unit Kejahatan Terorganisir Regional TARIAN Wales Selatan ikut membantu penyelidikan.
Direktur Penegakan Hukum Premier League, Stefan Sergot menegaskan hukuman penjara terhadap Michael Barrow menjadi peringatan keras bagi para penyedia layanan streaming ilegal.
“Hukuman ini sekali lagi menyoroti konsekuensi berat bagi individu yang terlibat dalam penyediaan layanan streaming ilegal. Keputusan untuk mengabaikan peringatan yang jelas hanya memperparah keseriusan pelanggaran, dan ini tercermin dalam hukuman yang dijatuhkan hari ini,” ujar Sergot di Pengadilan Mahkota Swansea seperti dikutip dari laman resmi Premier League.
Dia menegaskan, streaming ilegal sering dikaitkan dengan aktivitas kriminal yang lebih luas dan dapat membuat penggemar terpapar risiko serius, termasuk penipuan, malware, dan pencurian identitas.
“Oleh karena itu, mengatasi layanan-layanan ini bukan hanya tentang melindungi kekayaan intelektual, tetapi juga tentang membantu melindungi penggemar dari bahaya,” kata Sergot.





