Liverpool Dikabarkan Mulai Negosiasi dengan Andoni Iraola

Andoni Iraola
Mantan pelatih kepala Bournemouth, Andoni Iraola. (Dok. afcb)

Lokabola.com – Sejumlah media Inggris mengabarkan Liverpool saat ini telah membuka negosiasi formal dengan mantan pelatih kepala Bournemouth, Andoni Iraola.

Langkah manajemen klub berjuluk The Reds ini diambil setelah sang juru taktik asal Spanyol resmi menyudahi masa baktinya bersama Bournemouth.

Read More

Pendekatan manajemen di Anfield tersebut didasari oleh rekam jejak mentereng sang pelatih berusia 43 tahun selama menukangi Bournemouth.

Keberhasilan membawa mantan klubnya finis di posisi keenam Premier League musim ini menjadi daya tarik utama bagi para petinggi klub.

Keputusan tersebut tergolong berani karena Iraola datang tanpa modal pengalaman panjang di jajaran elite Eropa.

Sebelum meniti karier di kompetisi tertinggi Inggris, mantan bek kanan ini tercatat hanya pernah melatih Rayo Vallecano di kompetisi domestik Spanyol.

Satu aspek krusial yang meyakinkan manajemen raksasa Merseyside adalah keahlian khusus sang mentor dalam mendongkrak potensi talenta muda.

Penilaian performa ini terlihat sangat konsisten lewat akumulasi data valuasi skuad yang melonjak drastis selama masa baktinya di Vitality Stadium.

Saat pertama kali mendarat pada musim panas 2023, nilai pasar total komposisi pemain Bournemouth hanya menyentuh angka €253,2 juta.

Jumlah keseluruhan modal pemain tersebut merupakan yang terendah keempat di antara kontestan kompetisi kasta tertinggi Inggris saat itu.

Kondisi finansial dan kualitas tim mengalami perubahan masif lewat tangan dingin pria kelahiran Usurbil tersebut.

Berdasarkan perhitungan data bursa terkini, valuasi keseluruhan tim Bournemouth meroket tajam hingga menyentuh angka €507,1 juta.

Lonjakan tersebut menempatkan mantan tim asuhan Iraola di peringkat ke-12 dalam daftar nilai pasar tim Premier League.

Secara matematis tim mengalami pertumbuhan nilai aset hingga mencapai €253,8 juta selama periode tiga tahun kepemimpinannya.

Pertumbuhan nilai ekonomi pemain ini menjadi yang tertinggi kedua di seluruh kompetisi domestik Inggris dalam tiga musim terakhir.

Rekor Bournemouth hanya kalah dari klub promosi Sunderland yang mendapat keuntungan besar lewat suntikan dana belanja masif musim ini.

Catatan impresif ini sekaligus melampaui statistik milik deretan klub yang terkenal memiliki strategi perekrutan cerdas di Inggris.

Pengembangan tim ini melewati pencapaian Brighton (+€67 juta), Brentford (+€136 juta), hingga Crystal Palace (+€253 juta).

Kemampuan taktis Iraola teruji saat mengorbitkan nama-nama baru setelah kehilangan pilar penting yang dilepas pada setiap bursa transfer musim panas.

Beberapa nama pemain muda berhasil menembus persaingan elite berkat bimbingan intensif dari sang manajer.

Gelandang Alex Scott mencatatkan kenaikan nilai pasar hingga €20 juta sejak mendapat kesempatan bermain reguler.

Progres serupa dialami bek muda Veljko Milosavljevic yang nilainya bertambah €19 juta setelah melakoni debut profesional.

Lompatan performa paling mencolok diperlihatkan oleh penyerang muda Junior Kroupi yang valuasinya melesat sebanyak €25 juta.

Kehadiran deretan talenta mentah tersebut kini bertransformasi menjadi pilar penting yang disegani dalam kompetisi sepak bola Inggris.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi internal tim utama Liverpool saat berada di bawah asuhan Arne Slot sepanjang musim ini.

Evaluasi performa skuad The Reds justru menunjukkan tren penurunan grafik yang cukup mengkhawatirkan.

Menjelang pembaruan data pasar pekan ini, empat nama penggawa Liverpool masuk dalam daftar sepuluh penurunan nilai terbesar di liga.

Beberapa faktor non-teknis seperti cedera memengaruhi penurunan angka pasar milik penyerang utama Mohamed Salah (-€20 juta).

Namun kemerosotan performa juga dialami oleh gelandang Alexis Mac Allister yang nilainya terkoreksi turun sebesar €20 juta.

Gelandang serang internasional Jerman, Florian Wirtz, juga mengalami stagnasi perkembangan dengan penurunan nilai pasar mencapai €30 juta.

Situasi penurunan performa individu ini membuat manajemen menetapkan target baru yang wajib dipenuhi oleh calon manajer anyar.

Tugas utama pelatih baru nanti tidak hanya sekadar memenangkan pertandingan, tetapi juga menghidupkan kembali potensi pemain muda.

Related posts